Karpet atau Permadani

. Thursday, February 20, 2014


Karpet tidak lagi menjadi barang mewah yang hanya dipakai ditempat dan hunian tertentu. Saat ini, hampir disetiap rumah memiliki karpet, selain harganya terjangkau, motif dan jenisnya memili kualitas berbeda. Menurut sejarah, istilah " karpet " ini  berasal dari bahasa Italia kuno carpita , " carpire " yang berarti memetik.dan sering dinamai dengan " rug atau permadani " . Beberapa mendefinisikan bahwa  karpet  adalah sebuah textile yang membentang dari dinding ke dinding  dan dinilai dengan kualitas rendah. Secara historis istilah ini juga digunakan untuk penutup meja dan dinding, tidak seperti karpet yang  digunakan di lantai dalam interior Eropa sampai abad ke-18.

Ada perbedaan mendasar antara karpet dan permadani .Orang Amerika menyatakan bahwa permadani mengacu pada penutup lantai yang meliputi area seluas ruang dan umumnya lebih lembut dengan warna-warna cerah dan berpola tebal. Sedangkan karpet lebih tipis, terkesan lebih panas  dan kurang mampu menghidupkan sebuah ruangan. Dari segi material atau bahan, umunya permadani terbuat dari bahan yang agak mewah seperti wol dan sutera, sedangkan karpet campuran dari bahan wol dan polypropylene

Karpet atau permadani khas beberapa negara
1. Karpet Persia.

Karpet jenis ini lebih diminati di Indonesia. Karpet tenun Persia tidak diragukan lagi dan salah satu manifestasi yang paling terkenal dari budaya dan seni Persia. Iran merupakan produsen terbesar pengekspor karpet didunia. Negara ini memproduksi sekitar lima juta meter persegi karpet per tahun - 80 persen yang dijual di pasar internasional. Banyak negara lain mengadopsi tenunan karpet khas Iran ini, termasuk Indonesia.


Karpet Persia dibagi menjadi tiga kelompok ;
- Farsh / Qali, berukuran  lebih besar dari 6 × 4 meter ,
- Qālicheh ( قالیچه ), yang berarti " karpet kecil " , berukuran 6 × 4 meter dan lebih kecil  ,
- Gelim atau karpet nomaden, termasuk Zilu, yang berarti " karpet kasar " . Gelim mencakup karpet tumpukan dan tenun datar ( seperti kilim dan Soumak ) .

2. Karpet Pakistan

Pakistan merupakan negara kedua pengekspor terbesar karpet. Menurut sejarah, seni tenun karpet bermula dari negara Pakistan. Hal ini dapat ditelusuri pada awal Dinasti Mughal abad 16 , ketika penerus terakhir dari Timur, Babur , diperpanjang pemerintahannya dari Kabul , Afghanistan ke India dan menemukan Kekaisaran Mughal . Di bawah naungan Mughal , pengrajin India mengadopsi teknik Persia . Karpet tenun di Punjab pada waktu itu ( sering disebut karpet Lahore  ) memanfaatkan motif dan gaya dekoratif yang ditemukan dalam arsitektur Mughal .Karpet ini memiliki desain khas dengan tingkat kepadatan knot lebih tebal



3. Kapet Afghanistan

Banyak karpet Afghanistan juga ditenun oleh pengungsi Afghanistan yang tinggal di Pakistan dan Iran, dibuat jenis handwoven floor-covering tekstil tradisional. Satu yang paling eksotis dan khas dari semua karpet oriental adalah Shindand atau Adraskan berupa gambar manusia dan hewan unik. Karpet bisa dijual di seluruh Afghanistan dengan paling berbasis di Mazar - e Shariff . Selain itu ada jenis karpet  Baluchi, terutama sajadah Baluchi yang dibuat orang Baloch Afghanistan. Sebagian besar penenun di Afghanistan adalah Ersari Turkmen ,ada juga kelompok-kelompok lain yang lebih kecil seperti Chub Bash dan Kizil Ayaks. Nama karpet diberi label Uzbek , Kyrgyz , Kazakh , dan Arab disesuaikan dengan kelompok etnis mereka. Bahan lain untuk karpet menggunakan sayuran dan pewarna alami dan yang paling khas adalah motif kaki gajah segi delapan itu.


4. Karpet Armenian


Sejarawan seni Hravard Hakobyan mencatat bahwa " Artsakh karpet menempati tempat khusus dalam sejarah Armenia dalam pembuatan karpet di abad ke 13 .Karpet tersebut hasil keterampilan khusus istri pangeran daerah Vakhtang Khachenatsi , dan putrinya. Tema umum dan pola yang ditemukan di karpet Armenia adalah penggambaran naga dan elang, kaya warna dan motif , oleh sebab itulah karpet Armenia dipisahkan dalam beberapa kategori tergantung pada jenis hewanapa  yang digambarkan pada karpet , seperti : artsvagorgs ( elang - karpet ) , vishapagorgs ( naga - karpet ) dan otsagorgs ( ular - karpet ) .


Lalu bagaimana dengan Indonesia sendiri. Dulu karpet merk Samira lebih banyak diminati, tetapi seiring perkembangannya, beberapa merk lain bermunculan. Seperti karpet merk  Extacy, Beauty,Concord, Almaya, Paragon, Exotic Africa, dll. Ada pula karpet atau permadani untuk mesjid, kantor dan ada yang buatan tangan atau hand made dengan harga lumayan mahal. Dalam memilih dan membeli karpet kita extra hati-hati, ini disebabkan banyak penjual nakal dengan menukar merk / label karpet. Seperti karpet merk Extacy ukuran paling besar 240 X 330 cm , dari produsennya dijual sekitar hampir tujuh ratus ribu rupiah, sedangkan karpet dengan bulu tebal dan halus ukuran sedang 170 X 230 cm, kira-kira enam ratusan ribu. Apapun pilihan anda, ada baiknya kebersihan karpet tetap diperhatikan. Untuk desain karpet modern, anda bisa mengklik tautan ini Desain Karpet Modern

0 comments: