Showing posts with label sejarah. Show all posts
Showing posts with label sejarah. Show all posts

Tentang Sejarah Koi

. Thursday, January 30, 2014
0 comments
Keberadaan koi melewati proses panjang. Pada awalnya para peternak menghasilkan koi yang hanya mempunyai satu macam warna, yang hitam disebut karasugoi dan sumigoi, putih (shiromuji), kuning (kigoi), merah (benigoi, higoi, akagoi), keemasan (kingoi), dan putih keperakan (gingoi). Dari koi warna polos inilah lantas muncul koi dengan dua warna; koi dengan tiga warna, dan koi ’orak-arik’ dengan berbagai warna atau populer dengan multi warna.

Koi dengan dua warna yang cukup digemari misalnya saja Kohaku yaitu koi yang mempunyai badan berwarna dasar putih dengan bercak merah di atas warna dasarnya. Bercak warna merah ini bisa bervariasi Jetaknya. Namun pesona yang ditimbulkannya lebih menonjol dibandingkan koi yang hanya mempunyai satu warna. Koi dua warna lainnya yang cukup diminati misalnya saja Shiro bekko yaitu koi yang dasarnya putih dengan belang berwarna hitam. Kemudian Shiro utsuri, yang merupakan kebalikan dari Shiro bekko, karena dasar badannya berwarna hitam dengan belang berwarna putih. Koi Hi utsuri mempunyai badan berwarna dasar hitam dengan belang berwarna merah, merupakan kebalikan dari Aka bekko yang mempunyai badan berwarna dasar merah dengan belang berwarna hitam.

Selain koi dengan dua warna, koi dengan tiga warna pun banyak digandrungi. Adapun yang ba-nyak dilirik para hobiis di antaranya Taisho-sanke. Taisho-sanke mempunyai perpaduan yang khas, karena badannya yang berwarna dasar putih dihiasi dengan bercak-bercak berwarna merah dan hitam yang sangat kontras. Sebaliknya Showa-sanke pun banyak juga peminatnya karena warna dasar badannya yang hitam itu sungguh indah ketika warna putih dan merah turut melumuri sekujur badannya, sehingga lengkaplah sebagai koi tiga warna yang menghiasi kolam taman kita.

Contoh dari koi multi warna misalnya Goshiki yang mempunyai lima unsur warna yang sangat memikat. Selain koi yang sudah disebutkan di atas, ada juga yang digandrungi, misalnya Aka hijiro yang hanya siripnya saja berwarna putih sedangkan sekujur badannya berwarna merah darah. Kemudian ada lagi Ogon yang warnanya kuning keemasan, Hi-showa yang warna dasarnya hitam dengan kombinasi warna merah yang sangat kontras dan dilengkapi dengan beberapa bagian yang berwarna putih. Ada juga koi yang warna punggungnya biru, tapi perutnya berwarna merah yang dikenal secara populer dengan nama Asagi. Ada juga yang mirip Asagi, tapi perutnya tidak bersisik, hanya bagian punggung saja yang bersisik.

Konon ada jenis Kohaku (warna dasar putih dengan bercak merah) yang sangat terkenal, karena kombinasi warnanya yang unik. Koi yang populer sebagai Tancho-kohaku mempunyai bercak lebar berwarna merah hanya pada kepalanya, sedangkan sekujur badannya berwarna putih. Tentu saja ini unik dan menarik minat hobiis sehingga harganya mahal. karena kombinasi warna ini sangat miripatau mengingatkan kita pada bendera Dai-Nippon. Ada juga yang agak mirip dengan itu, tapi pada punggungnya terdapat bintik-bintik hitam, yang dikenal dengan nama Tancho-sanke.

Bagaimana dengan koi lokal kita? Agaknya koi lokal kita tidak kalah beragamnya dibandingkan dengan ragam warna koi jepang. Hanya saja mengharapkan koi lokal semenarik koi jepang memang butuh waktu yang masih lama. Standar penilaian koi jepang rasanya memang masih jauh Jika hendak dipakai untuk menilai koi lokal. Namun demikian kita Jangan berkecil hati dengan warna-warni koi lokal yang belum "sepekat" koi jepang, karena ada beberapa keunggulan koi lokal yang patut dibanggakan. Koi lokal dengan segala keterbatasannya masih pantas dipajang di kolam taman, asalkan bentuk badannya sehat, bulat penampang depannya, dan tidak cacat fisiknya. Kita boleh berharap bahwa koi yang asli Indonesia ini lebih akrab dengan lingkungan hidup alamnya, entah itu airnya atau kandungan bahan organik. Yang jelas kita tidak perlu khawatir dengan luntumya warna koi seperti yang sering menjadi momok bagi pemilik koi impor. Koi lokal relatif mau menerima berbagai jenis makanan selain pellet, sekali lagi, tanpa efek sampingan, yang jelas "tabu" bagi koi impor.

Sumber : http://sentralkoi.multiply.com/journal/item/1/Tentang_Sejarah_Koi
Read More..

Sejarah Anjing Labrador

. Thursday, October 24, 2013
0 comments
Labrador Retriever Canis familiaris (atau sering hanya disebut "Labrador") adalah salah satu dari beberapa jenis anjing pemungut buruan (retriever) dan salah satu anjing ras terpopuler di dunia karena energetik, pandai, dan bersahabat sehingga cocok dijadikan anjing pekerja. Labrador Retriever terkenal pintar dan cepat belajar, serta senang dipuji dan diperhatikan. Sebagian besar Labrador sangat senang main air, sehingga sengaja dibiakkan untuk mengambil hewan buruan yang jatuh ke air. Pemburu bebek liar sering ditemani anjing Labrador untuk mengambil bebek hasil buruan di semak-semak atau di air dan memberikannya (retrieve) untuk sang majikan.

Anjing Labrador diperkirakan berasal dari pulau Newfoundland yang sekarang menjadi bagian dari provinsi Newfoundland dan Labrador di Kanada. Anjing Labrador diperkirakan berasal dari jenis anjing St. Johns Water Dog yang sekarang sudah punah. Anjing Labrador masih kerabat dari St. Johns Water Dog dulunya merupakan persilangan anjing lokal yang suka air dan anjing ras Newfoundland.


Anjing ras jenis ini dinamakan Labrador oleh Earl of Malmesbury dan pembiak lainnya di Inggris untuk membedakannya dari anjing Newfoundland. Dulunya, Labrador Retriever dinamakan sebagai Lesser Newfoundland (anjing Newfoundland kecil) atau anjing asal St. Johns. Sumber lain mengatakan nama "labrador" berasal dari kata "lavradores" dalam bahasa Portugis, atau "labradores" dalam bahasa Spanyol yang berarti "pekerja pertanian". Sebuah desa bernama Castro Laboreiro di Portugal terdapat anjing gembala dan anjing penjaga yang "betul-betul mirip" dengan anjing Labrador. Nelayan dulunya sering meminta bantuan anjing Labrador untuk menarik jala ke pantai dengan cara menggigit gabus yang mengambang pada ujung jala dan menariknya.

Catatan sejarah tertua tentang anjing Labrador adalah buku "Instructions to Young Sportsmen" (Instruksi bagi Pemburu Muda) terbitan tahun 1814. Pada tahun 1823, pelukis Edwin Landseer melukis anjing hitam dengan belang putih berjudul "Cora. Anjing betina Labrador," jadi mungkin anjing ras Labrador mungkin sudah diakui pada waktu itu. Di akhir abad ke-19, sebagian kalangan bangsawan bahkan sudah memelihara dan membiakkan anjing Labrador. Anjing Labrador berbulu kuning yang pertama, dilahirkan tahun 1899 dan diberi nama Ben of Hyde. Anjing Labrador Retriever modern termasuk anjing ras tertua yang diakui keberadaannya di berbagai kennel club. Labrador sudah diakui American Kennel Club (AKC) sejak tahun 1878, tapi anjing Labrador yang pertama di AS baru didaftarkan pemiliknya pada tahun 1917. Kennel club di Inggris sudah mengakui anjing Labrador di tahun 1903 tapi baru banyak masuk ke Inggris sesudah Perang Dunia I.

Anjing Labrador mempunyai bentuk badan yang seimbang, sehingga cocok sebagai anjing pekerja atau anjing peliharaan di rumah. Labrador sangat mudah dilatih dan sangat penurut. Anjing jenis ini tidak terlalu peduli pada teritori, tidak banyak maunya, tenang, tidak agresif, tidak suka merusak, tidak terlalu sensitif terhadap suara ribut atau kesibukan kota, dan berbagai sifat "sulit" yang sering dimiliki anjing ras lain. Sesuai dengan namanya, Labrador Retriever senang mengambilkan sesuatu (retrieve) untuk sang majikan. Secara naluri, anjing Labrador senang sekali membawa barang dengan mulut, dan tidak jarang senang memasukkan tangan atau lengan orang ke dalam mulut dan menggigit-gigitnya seperti mengajak bermain. Anak anjing Labrador juga perlu dilatih agar tidak menggigit-gigit barang kepunyaan orang secara sembarangan seperti sepatu atau handuk.
Labrador juga terkenal sebagai anjing ras yang sangat ramah sehingga cocok dijadikan anjing rumah, termasuk sebagai teman bermain anak-anak segala umur. Tapi sebagian Labrador yang dibiakkan sebagai anjing teman pemburu sangat gesit dan tidak mau diam.
Anjing Labrador senang bermain dan tidak kenal takut, namun bisa berubah menjadi pengacau jika tidak dilatih dan dipelihara dengan benar. Anjing Labrador seperti ini bisa juga merusak jika dibiarkan tanpa ditegur. Sebagian besar anjing Labrador senang mengambil bola atau kegiatan mirip tapi tidak mau berhenti. Anjing jenis ini gemar bersenang-senang dan makan enak, sangat mudah dilatih dan mau belajar hal-hal yang baru, tapi perlu perhatian dan kasih sayang dari pemilik yang tidak pernah dirasa cukup. Anjing Labrador senang sekali berenang, bermain air, dan mengambil sesuatu dari dalam air. Badannya juga kuat sehingga manusia yang diajak main mungkin bisa kewalahan.
Sebagian besar anjing Labrador terkenal punya sifat tidak terpuji suka "main sambar" makanan yang tidak ditutupi atau dijaga. Anjing jenis ini pandai merayu orang supaya diberi hadiah makanan ekstra, makanan sisa, atau makanan apa saja yang dimakan manusia asalkan enak. Pemilik harus berhati-hati dengan jumlah makanan yang diberikan agar anjing tidak kegemukan dan menderita penyakit akibat terlalu banyak makan.
Anjing Labrador memiliki temperamen yang tenang dan mampu memahami situasi dengan cepat sehingga ideal untuk dipekerjakan untuk tugas-tugas SAR (Search and Rescue) seperti menemukan korban di bawah reruntuhan bangunan dan anjing terapi bagi orang lanjut usia.

Warna bulu/coat Labrador Retriever adalah hitam, kuning, dan coklat. Warna-warna lain atau kombinasi warna tersebut di atas tidak diizinkan. Spot kecil berwarna putih di bagian dada masih dibolehkan, tapi tidak diinginkan. Bulu berwarna putih akibat penuaan atau luka tidak boleh disamakan dengan belang. Hitam--harus benar-benar hitam seluruhnya. Hitam dengan tanda belang, atau hitam dengan campuran warna lain (tan marking) berarti diskualifikasi. Kuning--bisa berupa kuning nuansa merah bulu rubah hingga krem terang, dengan variasi perbedaan nuansa warna di telinga, punggung, dan bagian bawah (dada dan perut). Coklat--bisa berupa aneka nuansa warna coklat, dari coklat muda sampai coklat tua. Coklat dengan belang atau campuran warna lain (tan marking) berarti diskualifikasi. --American Kennel Club, kutipan dari "Standar Ras Labrador Retriever"

Sumber
Read More..